AUTIS JUGA INGIN SEKOLAH
Saat seorang Anak terlahir di dunia ini tentunya orang tua memiliki kebahagian yang luar biasa dan orang tua mempunyai segudang harapan. Bahkan beberapa orang tua merasa bahwa memiliki anak adalah anugerah, rezeki, bahkan kekayaan yang tak ternilai harganya yang diberikan oleh Allah. Selain itu seorang anak amanah dari Allah yang sudah seharusnya sebagai orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar untuk mendidik dan memberikan kasih sayang kepada mereka. Orang tua pasti memiliki harapan-harapan kepada anaknya. Hampir semua orang tua menginginkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, pintar, cerdas, berbakti kepada orang tua, bisa membanggakan orang tua, memiliki keterampilan dan ahli dalam segala hal, dan dapat mengharumkan nama keluarga. Namun bagaimana jika kehadiran anugerah yang diberikan oleh Allah tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana jika si anak terdiagnosa autis. seperti yang saya pernah lihat disekitar saya. Ada orang tua yang ketika memilki anak yang mengidap autis, mereka merasa malu dan menganggap anaknya sebagai aib. Bahkan banyak diantara mereka yang tidak disekolahkan sampai usia dewasa. Sehingga mereka tidak pernah merasakan pendidikan sekolah. entah itu faktor ekonomi karena tidak sedikit pula anak autis yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ataupun hal itu disebabkan oleh pemikiran dangkal dari orang tua yang menganggap bahwa baik disekolahkan ataupun tidak, anak mereka tetaplah autis yang lemah dan tidak akan sembuh menjadi anak yang normal. Padahal bebarapa riset menjelaskan bahwa anak yang mengidap autis sebagain besar memiliki IQ yang sangat tinggi. Memang tidak mudah untuk mendidik anak autis. Biaya yang dikeluarkan pun tidak murah. Oleh karena itu sebagian besar anak autis yang sekolah di sekolah-sekolah inklusif adalah anak dari keluarga-keluarga yang berkecukupan. lalu bagaimana dengan anak autis yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Apakah mereka tidak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan seperti anak-anak yang lain? bukankah mereka juga anugerah Allah yang sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan pendidikan. Jika memang orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya yang autis, lalu kemanakah peran pemerintah? Memang anak autis tidak dapat di sekolahkan di sekolah-sekolah formal karena mereka tidak seperti anak-anak pada umumnya. Mereka memiliki keterbatasan dalam belajar. Oleh karena itu pemerintah harus menyediakan sekolah-sekolah inklusif (SLB atau Sekolah Luar Biasa) yang bisa menjadi ruang didik bagi mereka khususnya mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Karena mereka juga mempunyai hak-hak sebagai anak Indonesia. Pada kenyataannya banyak anak autis yang berprestasi. Bahkan prestasi mereka tidak hanya di kanca nasional tetapi juga internasional hingga mereka dapat mengharumkan nama bangsa ini. Kemarin saya melihat salah satu acara di stasiun televisi nasional. Yang dalam acara itu mendatangkan anak-anak autis yang memilki bakat yang tidak diragukan dalam dunia musik. Ynag tentunya hal ini membuktikan bahwa anak yang autis yang selama ini kita kenla sebagai anak yang memilki keterbatasan, merasa memiliki dunia sendiri, dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik terhadap lingkungan sekitarnya, ternyata mmmpu membuktikan kepada dunia bahwa mereka mampu berprestasi layaknya anak-anak normal. Dan mereka mampu membanggakan kedua orang tuanya. Namun hal itu tidak lepas dari peran orang tua yamg tidak patah semnagat dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Dan yang PALING PENTING ingat bahwa ANAK adalah Anugerah dari Allah yang tak ternilai harganya......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar