Kamis, 03 Oktober 2013

Kebangsaan


EMPAT PILAR KEBANGSAAN DALAM SUDUT PANDANG PENDIDIKAN




Semua pelajar berpendidikan, semua yang berpendidikan berpengetahuan, semua yang berpengetahuan dapat memahami Empat Pilar Bangsa Indonesia. 

Terlebih dahulu kita mulai dari mengenal kata “Pilar”, pilar adalah tiang penguat atau penyangga, sehingga yang dimaksud dengan empat pilar kebangsaan, artinya ada empat tiang penguat atau penyangga yang sama sama kuat, untuk menjaga keutuhan berkehidupan kebangsaan Indonesia. 4 penyangga yang menjadi panutan dalam keutuhan bangsa indonesia yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Empat pilar kebangsaan yang dikampanyekan untuk menumbuhkan kembali kesadaran cinta tanah air untuk seluruh rakyat Indonesia.

Para pembaca, suatu negara itu akan maju bila semuanya dimulai dengan pendidikan. Sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Ibu Raden Ajeng Kartini “bila suatu bangsa ingin maju, maka semuanya harus dimulai dengan pendidikan”. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Pendidikan merupakan sesuatu yang efektif untuk dijadikan mediasi memahamkan masyarakat Negara Indonesia tentang Empat Pilar Bangsa. Ibarat kata masyarakat itu berada disuatu ujung, sedangkan Empat Pilar Bangsa di ujung lainnya, maka kedua hal tersebut dapat dipertemukan dengan suatu alat yang menjembati kedua ujung tersebut, yaitu pendidikan.

Guna mengaplikasi pendidikan sebagai mediasi bagi Empat Pilar Bangsa, maka harus sinergi antara pendidikan  di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebagai contoh peristiwa teroris pemboman di belahan daerah Indonesia yang mana pendidikan masyarakat itu diabaikan oleh masyarakat sekitar, sehingga penyimpangan perilaku para calon pengebom itu tidak dapat ditanggulangi oleh masyarakat sekitar dan akhirnya pengeboman itu berhasil dilakukan oleh mereka walaupun nyawa mereka juga ikut melayang. Dan perusakan pemukiman warga yang beraliran syi’ah di Sampang, Madura oleh warga sekitar yang beraliran syuni yang merupakan aliran mayoritas di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan ketidak sinergian antara pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

1 komentar: