EMPAT PILAR
KEBANGSAAN DALAM SUDUT PANDANG PENDIDIKAN
Semua pelajar
berpendidikan, semua yang berpendidikan berpengetahuan, semua yang berpengetahuan
dapat memahami Empat Pilar Bangsa Indonesia.
Terlebih dahulu kita mulai dari mengenal kata “Pilar”, pilar adalah tiang penguat atau penyangga, sehingga yang dimaksud dengan empat pilar kebangsaan, artinya ada empat tiang penguat atau penyangga yang sama sama kuat, untuk menjaga keutuhan berkehidupan kebangsaan Indonesia. 4 penyangga yang menjadi panutan dalam keutuhan bangsa indonesia yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Empat pilar kebangsaan yang dikampanyekan untuk menumbuhkan kembali kesadaran cinta tanah air untuk seluruh rakyat Indonesia.
Terlebih dahulu kita mulai dari mengenal kata “Pilar”, pilar adalah tiang penguat atau penyangga, sehingga yang dimaksud dengan empat pilar kebangsaan, artinya ada empat tiang penguat atau penyangga yang sama sama kuat, untuk menjaga keutuhan berkehidupan kebangsaan Indonesia. 4 penyangga yang menjadi panutan dalam keutuhan bangsa indonesia yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Empat pilar kebangsaan yang dikampanyekan untuk menumbuhkan kembali kesadaran cinta tanah air untuk seluruh rakyat Indonesia.
Para pembaca, suatu negara itu akan maju bila semuanya
dimulai dengan pendidikan. Sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Ibu Raden
Ajeng Kartini “bila suatu bangsa ingin maju, maka semuanya harus dimulai dengan
pendidikan”. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pendidikan merupakan sesuatu yang efektif untuk dijadikan
mediasi memahamkan masyarakat Negara Indonesia tentang Empat Pilar Bangsa.
Ibarat kata masyarakat itu berada disuatu ujung, sedangkan Empat Pilar Bangsa
di ujung lainnya, maka kedua hal tersebut dapat dipertemukan dengan suatu alat
yang menjembati kedua ujung tersebut, yaitu pendidikan.
Guna mengaplikasi pendidikan sebagai mediasi bagi Empat
Pilar Bangsa, maka harus sinergi antara pendidikan di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebagai
contoh peristiwa teroris pemboman di belahan daerah Indonesia yang mana
pendidikan masyarakat itu diabaikan oleh masyarakat sekitar, sehingga
penyimpangan perilaku para calon pengebom itu tidak dapat ditanggulangi oleh
masyarakat sekitar dan akhirnya pengeboman itu berhasil dilakukan oleh mereka
walaupun nyawa mereka juga ikut melayang. Dan perusakan pemukiman warga yang
beraliran syi’ah di Sampang, Madura oleh warga sekitar yang beraliran syuni
yang merupakan aliran mayoritas di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan ketidak
sinergian antara pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

ptma kliny bkin artikel...
BalasHapus