Sabtu, 21 Desember 2013

Good Governance


Pentingnya keterbukaan dalam penyelenggaran negara
Salah satu wujud terciptanya negara yang baik adalah adanya transparansi antara pemerintah dengan rakyatnya dalam proses penyelenggaraan negara tersebut. Sehingga akan terwujud hubungan yang harmonis antara pemerintahan dengan masyarakatnya. Pemerintah dituntut untuk lebih terbuka terhadap kebijakan-kebijakan yang diselenggarakannya. Hal tersebut bertujuan agar rakyat bisa ikut berpartisipasi dalam mengambil peran terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Salain itu keterbukaan dalam penyelenggaraan negara diharapkan dapat mengurangi adanya penyelewengan-penyelewengan kekuasaan oleh pejabat pemerintahan. Korupsi merupakan salah satu akibat dari adanya sistem pemerintahan yang kurang adanya keterbukaan dalam penyelenggaran negara. Pejabat-pejabat negara yang berusaha memperkaya diri dengan menggunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada mereka. Menggunakan anggaran-anggaran negara hanya untuk kepentingan pribadi. Tentu hal ini sangat merugikan negara khususnya berdampak pada sektor ekonomi. Seperti pada bait sebuah lagu  “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Seperti itulah kehidupan masyarakat indonesia sekarang. Perekonomian yang tidak merata dan terjadi kesenjangan sosial yang semakin mencolok. Akibat dari fakta tersebut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan semakin terkikis. Korupsi di negara kita ini memang semakin tumbuh subur. Bahkan tidak hanya pada lingkungan pemerintahan saja. Dalam pembangunan daerah pun tidak lepas dari yang namanya korupsi. Saya mengambil contoh dalam pembangunan jalan di daerah saya Kwangsan. Karena musim hujan dan keadaan jalan yang tinggihnya lebih rendah dibandingkan pemukiman warga, menyebabkan jalan di daerah rumah saya sering mengalami kerusakan. Hal itu sudah tentu sangat meresahkan warga. Karena jalan yang berlubang sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Apalagi ketika musim hujan. Jalan yang berlubang tergenangi oleh air sehingga pengguna jalan tidak dapat menghindarinya. Kejadian tersebut berlangsung lama. Awalnya masyarakat hanya diam melihat keadaan tersebut. Namun karena terlalu lama menunggu tak ada kebijakan dari pemerintah setempat, akhirnya wargapun mengadu. Tapi pengaduan tersebut tidak juga ditanggapi hingga berlangsung lama hingga keadaan jalan semakin parah. Kesabaran wargapun mungkin sudah mulai habis. Sehingga saat itu warga bersatu padu melakukan protesnya dengan melakukan pemblokan jalan. Berbagai aksi protes mereka lakukan. Seperti memasang spanduk yang berisi cemoohan terhadap pejabat-pejabat desa, meletakkan pohon pisang dan pohon mangga ditengah jalan agar jalan yang rusak tersebut tidak bisa digunakan, dan masih banyak aksi-aksi masyarakat agar tuntutan mereka digubris. Setelah beberapa kali masyarakat melakukan aksi protesnya, akhirnya kepala desa pun menanggapinya dan mulai merencanakan perbaikan jalan. Namun hal itupun mungkin juga karena terpaksa, karena peristiwa aksi protes masyrakat kwangsan sudah tersebar ke berbagai media. Bahkan hingga bapak Syaifulillah, wakil gubernur Jawa Timur turun langsung untuk melihat keadaan sebenarnya. Dan ternyata setelah diselidiki, sebenarnya anggaran biaya untuk perbaikan jalan desa Kwangsan sudah ada sejak lama. Namun berdasarkan penjelasan kepala desanya sampai keadaan jalan semakin parah dan masyarakat sudah melakukan protes, anggaran tersebut belum juga cair. Sehingga penyelenggaran perbaikan jalan tidak bisa dilakukan.Selain itu anggaran yang didapatkan dari pusat juga belum penuh sehingga perbaikan pun hanya dilakukan untuk sebagian jalan. Sedangkan jalan yang lainnya dibiarkan rusak begitu saja dan hanya di tambal-tambal bagian-bagian jalan yang rusak.
Masalah pembangunan daerah yang dialami oleh masyarakat desa Kwangsan ini tentu menujukkan betapa pentingnya keterbukaan pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga tidak akan memunculkan prasangka-prasangka buruk masyarakat terhadap pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar